Fakta Menarik Seputar Kota Grasse, Ibu Kota Parfum Dunia

Bagi Anda pembaca setia karya-karya Dee Lestari, tentu sudah kenal akrab dengan novel terbarunya yang berjudul Aroma Karsa. Novel yang meramu unsur drama, mitologi, dan fiksi ilmiah ini sukses membawa jutaan pembaca ke tempat-tempat yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, termasuk Grasse, sebuah kota kecil di negara Perancis.

Di kota ini lah sang tokoh utama, Jati Wesi, menciptakan parfum Kangga untuk meyakinkan Tanaya Suma. Bagi Anda yang penasaran mengenai kota ini, simak beberapa fakta seputar Grasse untuk memuaskan rasa penasaran Anda.

  • Ibu kota parfum dunia

Kota Grasse adalah kota bersejarah yang dianggap sebagai kiblat industri parfum dunia. Ribuan hidung dilatih di kota ini untuk dapat mengenali dan membedakan ribuan aroma agar dapat meracik parfum terbaik. Kota Grasse sudah dikenal akan karya parfumnya bahkan sejak abad ke-17. Wajar saja kota ini dianggap sebagai ibu kota parfum dunia.

  • Lebih dahulu terkenal sebagai kota penyamak kulit

Sebelum dikenal sebagai ibu kota parfum, perekonomian kota Grasse ditopang oleh industri pengrajin kulit. Mayoritas penduduk memiliki fasilitas penyamakan kulit yang diekspor ke Italia. Salah satu produk unggulannya adalah sarung tangan kulit. Namun para bangsawan yang biasanya menggunakan sarung tangan ini kurang menyenangi bau yang ditimbulkan.

Oleh karena itu, salah satu pengrajin di kota Grasse menciptakan produk sarung tangan dengan wewangian. Produk ini pun diterima dengan baik oleh kaum kelas atas. Namun karena ketatnya persaingan, industri kerajinan kulit di kota Grasse pun gulung tikar. Meskipun demikian, penduduk kota Grasse tidak serta merta kehilangan keahlian dalam meracik parfum. Sejak saat itu kota Grasse berhasil menelurkan produk-produk wewangian dengan aroma langka sehingga dianggap sebagai ibu kota parfum dunia.

  • Dikelilingi oleh kebun bunga

Keahlian dalam meracik parfum ditopang oleh ketersediaan sumber daya alam yang sangat memadai. Kota Grasse memiliki iklimnya sendiri sehingga aneka jenis bunga seperti lavender, melati, mawar, myrle, orange blossom, dan mimosa dapat tumbuh mekar dengan sempurna.

Berada di atas perbukitan menjadikan tanah-tanah Grasse kaya akan air. Untuk semakin menopang ketersediaan air dibangun pula sistem irigasi untuk memastikan seluruh kebun bunga dapat berkembang dengan sempurna. Karena menggunakan bahan baku lokal yang sempurna, parfum-parfum di Grasse pun memiliki aroma yang langka.

  • Kota yang sempurna untuk dijelajahi dengan kedua kaki

Kota Grasse bukanlah sebuah kota yang teramat besar. Kebanyakan toko-toko atau jalanan utamanya masih berukuran kecil. Selain itu, tata kotanya yang seperti labirin dengan anak-anak tangga membuat menjelajahi kota ini lebih sempurna dengan berjalan kaki. Tentu menggunakan kendaraan bermotor tetap dimungkinkan, namun tidak dapat menjangkau ke semua tempat.

Tapi, keringat yang Anda keluarkan akan terbayar lunas ketika Anda menyusuri gang-gang kecil yang diapit oleh bangunan-bangunan tua dengan arsitekturnya yang bergaya khas dengan campuran Romanesque.

  • Masih memiliki bangunan-bangunan tua bersejarah

Telah berdiri ratusan tahun silam, kota ini masih memiliki bangunan-bangunan tua yang masih kokoh berdiri hingga saat ini. Bangunan-bangunan ini pun memiliki sejarahnya masing-masing. Salah satunya adalah Cathédrale Notre Dame du Puy dan Saracen Tower yang bergaya Romanesque.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik membaui sejuta aroma yang lalu lalang di kota Grasse sembari menikmati sejarah Eropa? Untuk dapat mencapai kota Grasse Anda dapat menggunakan penerbangan menuju Nice. Salah satu penerbangan dengan harga yang terjangkau menuju Nice disediakan oleh maskapaiEmirates. Setibanya di Nice, Anda dapat meneruskan dengan angkutan darat seperti kereta ataupun bus menuju Grasse.

Tags: