Menikmati Indahnya Pulau Lombok dan Gili Trawangan

Liburan itu menurut saya sudah menjadi salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi. Karena dengan liburan kita bisa menghilangkan stress, penat dan membuat otak kembali segar. Sehingga tidak ada kata kata depresi dalam hidup saya sebanyak apapun dan sesulit apapun aktivitas yang saya lakukan setiap harinya. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya berlibur ke Lombok dan Gili Trawangan. Tepatnya di akhir tahun 2016 saya dan sepupu saya memutuskan untuk membeli tiket ke Lombok dan menghabiskan sisa sisa penghujung tahun di pulau tersebut. Setelah membaca berbagai review orang tentang Lombok dan juga Gili akhirnya kita langsung membuat itinerary perjalanan dengan segudang rencana. Tiket pesawat dan hotel pun sudah dipesan, sampai akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga.

Tepat pada tanggal 27 Desember 2016 pagi saya berangkat ke Lombok. Cuaca yang sangat cerah tidak melunturkan perasaan excited saya. Ketika sampai di Bandara Internasional Lombok saya dan sepupu saya langsung memesan tiket bis damri untuk menuju lokasi penginapan saya yang terletak di daerah Senggigi. Sebelum bis berangkat, kita menyempatkan diri untuk membeli kopi terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa kantuk akibat berangkat terlalu pagi. Perjalanan pun dimulai, dari bandara menuju ke penginapan saya yaitu Green Valley, Senggigi, membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Namun lalu lintas Lombok sangat berbeda dengan Jakarta, disini Anda tidak akan menemukan kemacetan. Hanya cuaca yang panas dan pemandangan laut di sepanjang jalan. Untuk Anda yang ingin ke Lombok, saran saya jangan pernah naik taksi kemanapun tujuan Anda karena argo taksi Lombok cukup mahal. Saya sangat merekomendasikan Bis Damri karena selalu ada setiap jam dan murah, ongkos saya menuju Senggigi hanya 35 ribu satu orang.

Akhirnya saya dan sepupu sampai juga di penginapan, tempat saya menginap ini bukanlah hotel besar atau hostel. Penginapan saya hanya terdiri dari satu kamar tidur saja seperti kos-kosan, sebelahnya langsung rumah pemiliknya. Maka dari itu, tidak ada lagi orang menginap selain saya dan sepupu saya. Lokasinya juga sangat sepi karena terletak di dalam komplek rumah. Pemiliknya sangat ramah dan friendly, seorang bule ganteng keturunan Irlandia yang ternyata sudah menetap di Lombok dan bekerja sebagai part teacher di Sumba. Kegiatan saya di Lombok dimulai dengan makan siang di tepi pantai Senggigi, walaupun agak jauh perjalanan dari penginapan ke pantai namun saya menikmatinya. Kita makan siang sambil menikmati deburan ombak pantai dan kesan saya saat itu terhadap Lombok adalah sangat sepi namun indah.

Setelah sempat mandi dan ganti baju, saya dan sepupu menuju pantai Senggigi lagi untuk menikmati sunset, ombaknya cukup besar saat itu. Malamnya kita nongkrong di sebuah cafe tidak jauh dari situ. Kita menikmati makan malam sambil mendengarkan alunan musik the Beatles. Sangat indah dan menenangkan. Waktu pun sudah cukup larut dan kita akhirnya pulang. Karena besok pagi kita harus kembali bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan. Pagi pun tiba, waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi dan saat itu Lombok diguyur hujan cukup deras. Kita pun memutuskan untuk bersiap-siap karena akan berangkat ke bangsal (nama pelabuhan di Lombok) untuk menuju ke Gili Trawangan. Tepat pukul 13.00 kita pergi menuju bangsal menggunakan mobil travel. Waktu yang ditempuh pun cukup lama, dari Senggigi menuju bangsal kurang lebihnya 1,5 – 2 jam perjalanan. Namun kami disuguhkan dengan pemandangan indah sepanjang perjalanan, mulai dari laut dan bukit.

Pemandangan Indah Sepanjang Jalan Lombok 

Tiba di Bangsal kita langsung memutuskan untuk membeli tiket Speed Boat dengan harga 100 ribu berdua. Hanya dalam waktu 17 menit, kapal yang saya tumpangi tiba di Gili Trawangan. Kesan saya ketika sampai di pulau ini adalah kaget. Karena suasananya yang jauh berbeda dengan Lombok, di Gili Trawangan Anda akan menemukan lautan manusia. Sangat ramai namun saya sangat menyukainya. Disini Anda juga tidak akan menemukan kendaraan seperti mobil atau motor, yang ada hanya sepeda dan delman. Kita memilih naik delman untuk menuju penginapan dan ketika sampai saya sangat senang karena ternyata penginapan saya sangat bagus dan menyenangkan! Diluar ekspektasi saya! Kamarnya besar untuk ukuran dua orang, ada balkon tepat di depan kamar dan nuansa pantainya sangat terasa. Nama hotelnya pun sangat unik yaitu Puri Sayang. Di hotel ini juga terdapat tempat penyewaan sepeda dan tidak mahal, hanya 50 ribu sehari. Hari itu kita habiskan untuk bersepeda dan menikmati sunset, setelah hari mulai gelap kita memutuskan untuk makan malam di Art Market.

Art market merupakan pasar seafood dimana Anda akan menemukan berbagai macam seafood disini. Tempat ini super ramai dan hampir sebagian isinya adalah turis asing. Makanannya sangat enak dan porsinya besar namun menurut saya harganya cukup mahal, sekitar 50 ribu satu orang. Setelah kenyang kita melanjutkan bersepeda sampai larut malam. Saya sangat mencintai Gili Trawangan! Karena pulau ini seakan tidak pernah tidur. Semalam apapun suasananya akan selalu ramai. Good vibes lah kalau kata anak jaman sekarang. Namun tepat pukul 22.00 malam kita memutuskan untuk istirahat agar esok hari bisa eksplore seharian.

Pagi pun datang dan tepat pukul 07.00 pagi kita sudah dihidangkan sarapan yaitu berupa omelet dan waffle. Kita bergegas untuk siap-siap dan langsung bersepeda menuju ombak sunset. Gili Trawangan itu sangat kecil, bahkan dalam waktu sehari mungkin saya bisa mengitari pulau tersebut. Ombak sunset adalah salah satu spot terindah yang ada di Gili Trawangan. Disana Anda bisa melihat pantai Gili dengan pasir yang putih. Terdapat beberapa cafe yang terletak di pinggir pantai tersebut. Anda bisa menghabiskan waktu Anda untuk berjemur, minum-minum atau bahkan membaca buku di tempat tersebut. Indah banget! Saya dan sepupu saya sibuk mengambil foto dan menikmati siang hari disana sambil berjemur. Sampai akhirnya pukul 16.00 sore kita bergegas menuju daerah dekat hotel.

Salah satu spot di Ombak Sunset

Di daerah dekat hotel pun banya spot-spot di pantai yang bagus untuk menikmati sunset, namun kita memutuskan untuk naik perahu canoe selama 45 menit dan menikmati pantai Gili Trawangan. Selama 45 menit kita naik canoe dan 15 menit sebelum sunset tiba, kita duduk di pinggir pantai beralaskan tikar sambil bercerita dengan beberapa penduduk lokal di Gili. Suasana yang terasa saat itu benar-benar good vibes. Rasanya saya tidak ingin pulang. Apalagi penduduk lokal disana juga sangat ramah. Maghrib pun tiba dan kita memutuskan untuk pulang. Karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan selama di Gili Trawangan, saya dan sepupu memutuskan untuk datang ke sebuah cafe/club di Gili Trawangan pada pukul 22.00 malam. Kita menikmati alunan musik disana ditemani dengan sebotol bir dan bercanda tawa dengan beberapa bule serta penduduk lokal. Sampai akhirnya pukul 03.00 pagi kita lelah dan pulang ke hotel.

Pagi pun datang dan hari itu menjadi hari terakhir saya di Gili Trawangan. Perasaan saya sangat sedih, karena saya tidak ingin meninggalkan pulau indah tersebut. Saya dan sepupu memutuskan untuk berenang di pantai sebelum matahari tiba di atas kepala. Kita menikmati kegiatan snorkeling selama satu jam. Kita melihat keindahan pantai Gili yang ternyata menyimpan kekayaan laut Indonesia. Setelah puas snorkeling, kita pulang ke hotel dan bersiap-siap untuk check out. Hari itu kita akan melanjutkan perjalanan kita menuju Bali. Kita sudah memesan tiket ferry pukul 15.30 sore menuju Bali dari Gili Trawangan. Kabarnya perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam. Karena itu sebelum naik kapal kita makan siang terlebih dahulu di sebuah cafe dengan pemandangan menuju laut. Indah dan tidak tergantikan. Menurut saya, Gili Trawangan adalah salah satu pulau terindah yang pernah saya kunjungi. Tanpa ragu saya akan liburan kesana lagi jika memiliki waktu dan uang yang cukup.

Tags: